Senin, 28 April 2014

Kematian di gurun Sahara

Tiga orang —kita sebut saja namanya A, B, dan C— berkemah bersama di gurun Sahara. C begitu menjengkelkan, sehingga A membencinya, dan berniat membunuhnya. Karena itu di suatu malam, A memasukkan racun mematikan ke persedian air si C. Setelah itu A diam-diam kabur meninggalkan tenda mereka menuju kota terdekat.

Ternyata C juga menjengkelkan si B, dan B pun —tanpa mengetahui rencana A— juga berniat membunuhnya. Pada malam yang sama, B melubangi tempat persediaan minum si C hingga bocor, dan air menetes keluar kemudian menguap di pasir yang panas. Pada malam itu juga B mengendap-ngendap pergi meninggalkan tenda mereka.

Esoknya, C terbangun dan kaget kehilangan kedua temannya. Lebih kaget lagi, dia kehabisan persediaan air.
Dalam usaha mencari sumber air terdekat di tengah gersangnya gurun pasir, C kehabisan kekuatan, dan akhirnya meninggal.

Pertanyaan: Siapa yang bersalah membuat C meninggal? A atau B?

A bisa menyangkal dengan berkata: "Benar saya meracuni airnya; tetapi C mati bukan karena racun."
B bisa menyangkal dengan berucap: "Benar C mati karena tidak punya air; tetapi tindakan saya tidak berarti apa-apa. Apakah saya melubangi tempat airnya atau tidak, tidak relevan lagi, karena seandainya dia minum air itu, dia akan mati juga karena racun. Dalam hal ini saya malah mungkin telah memperpanjang hidupnya, dan dia bisa saja tetap hidup seandainya kemudian menemukan air."

Jadi siapa yang bersalah?

Jawaban?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar